Atlet Angkat Besi Banten Pecahkan Rekor Dunia di POPNAS XV

0
44

KURVA.co.id, Serang — Atlet angkat besi asal Banten Rizki Juniansyah berhasil memecahkan rekor dunia remaja pada Pekan Olah Raga Pelajar Nasional (Popnas) XV di Jakarta 16-25 November 2019. 

“Rizki yang tampil di kelas 73 kg putra memecahkan rekor dunia atas namanya sendiri,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Banten Deden Apriandi, kemarin.

Deden mengaku bangga atas prestasi yang diraih Rizki, termasuk atlet lain yang terjun pada ajang Popnas 2019. Khusus untuk Rizki, kebanggaan Banten bertambah, karena yang bersangkutan berhasil memecahkan rekor dunia remaja atas namanya sendiri.

“Saya mengapresiasi keberhasilan Rizki yang telah memecahkan rekor dunia. Juga atlet lain yang berprestasi pada ajang Popnas. Mudah-mudahan keberhasilan ini bisa menjadi inspirasi bagi atlet Banten yang dipersiapkan pada event lain, seperti PON Papua,” katanya.

Menurut Deden, ada dua hal yang perlu dicatat dari keberhasilan pria asal Kota Serang memecahkan rekor dunia remaja. Pertama, kata dia, Rizki mampu memperbaiki prestasinya sehingga mampu memecahkan rekor atas namanya sendiri. Kedua, ternyata atlet Banten mampu bersaing di level dunia, khususnya cabang angkat besi.

Saat ditanya strategi dalam menyiapkan atlet berprestasi, seperti Rizki yang meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia, Deden mengaku, hal itu tidak terlepas dari pembinaan rutin kepada para atlet, terutama saat persiapan Popnas XV. Strategi lainnya, lanjut dia, para pelatih menggunakan metode sport science atau dengan menggunakan metode ilmu pengetahuan dalam bidang olah raga.

Deden menambahkan, dalam penerapan metode sport science pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga serta Universitas Dipenogoro, Semarang Jawa Tengah. “Penggunaan sport science untuk membantu meningkatkan potensi atlet, baik dari sisi fisiologi, psikologi, maupun biomekanika.

Oleh karena itu melalui satu alat science, pelatih akan mudah mengetahui kelebihan dan kekurangan atlet. Termasuk risiko cedera para atlet. “Ke depan, diharapkan semua cabang sudah menggunakan sport science,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kontingen Banten berhasil memperbaiki peringkat perolehan medali Popnas XV di Jakarta 16-25 November 2019. Pada Popnas kali ini, Banten berhasil menempati posisi keenam dalam klasemen akhir perolehan medali, dengan meraih 9 emas, 7 perak, dan 15 perunggu atau total 31 medali. Sedangkan, pada Popnas di Jawa Tengah pada tahun 2017, kontingen Banten hanya menempati peringkat ketujuh.

Adapun, atlet Banten yang berhasil mempersembahkan emas antara lain Rizki Juniansyah pada cabang angkat besi kelas 73 kg putra, Petrus Khrisna Putra Suarlembi untuk cabang taekwondo under 45 kg putra, Rifki Naufal Putra Ramadhan pada cabang taekwondo under 73 kg putra, karateka  beregu putri dan Clement Satya dan Widya Wina, sementara untuk cabang taekwondo under 59 kg putra yakni Adit (atletik), Dila Pupita Supriyadi (judo) dan lain-lain. (Nin/Bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here