UMP Banten Ditandatangi, Gubernur “Cuekin” Buruh

0
32

KURVA.co.id, Serang – Gubernur Banten Wahidin Halim akhirnya menandatangani kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sekaligus Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) untuk delapan kabupaten/kota di Banten.

Sebagaimana yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Nomor 561/Kep.305-Huk/2019 tentang Penetapan Upah Minimum Provinsi tahun 2020, kenaikan UMP sebesar 8,51%  sesuai dengan SE Kemenaker dan PP 78 2015 tentang Pengupahan.

“Sudah ditandatangi. Kenaikan sudah sesuai dengan aturan dan hasil kesepakatan bersama termasuk Apindo,” ujar Wahidin Halim di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B), Selasa, 19 November 2019.

Diketahui berdasarkan SK Gubernur Banten Nomor 561/Kep.305-Huk/2019 tentang Penetapan Upah Minimum Provinsi tahun 2020, UMP Banten sebesar Rp 2.460.996,54. Sementara besaran UMK untuk delapan kabupaten/kota tahun 2020 yakni Kota Serang sebesar Rp 3.773.940, Kabupaten Serang Rp 4.152.887, Kota Cilegon Rp 4.246.081, Kabupaten Tangerang Rp 4.168.268, Kota Tangerang Rp 4.199.029 dan Kota Tangsel Rp 4.168.268.

Sementara untuk kenaikan UMK di Kabupaten Pandeglang sebesar Rp 2.758.909 dan Kabupaten Lebak menjadi Rp 2.710.654.

Sebelumnya Serikat Buruh Banten mendesak Gubernur Banten agar mengabaikan SE Menaker dan menaikan upah buruh sebesar 9,31 persen. “Kenaikan upah sebesar 9,31 persen ini sudah melalui kajian dan mengacu data BPS perihal nilai inflasi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Banten sebesar 9,31 persen,” tandas Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Banten, Redi Darmana.  (Red/Bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here