Pemprov Bakal Buka Tiga Ruas Jalan Baru di 2020

0
48

KURVA.co.id, Serang – Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) akan membuka tiga ruas jalan baru yang menghubungkan kabupaten/kota di wilayah Banten. Dibukanya tiga ruas jalan tersebut sebagai akselarasi dan pengembangan ekonomi bagus untuk masyarakat.

Plt Kepala DPUPR Provinsi Banten Robby Cahyadi mengatakan, pembukaan tiga ruas jalan merupakan program strategis provinsi. Ruas jalan itu masing-masing,  Cikeusal (kabupaten Serang) – Boru (Kota Serang) sepanjang 10,5 kilometer, Palima (kota Serang) – Baros (Kabupaten Serang) sepanjang 4,4 kilometer dan Banten Lama (kota Serang) – Tonjong (Kabupaten Serang) sepanjang 1,5 kilometer.

“Tahun ini (2019) penetapan lokasi (Penlok), 2020 pembebasan lahan, dan   pembangunannya akan dilakukan pada tahun 2021,” terang Robby Cahyadi belum lama ini.

Ia menjelaskan, pembukaan dan pembangunan ruas jalan Cikeusal – Boru  guna membuka akses dari pintu tol Serang – Panimbang. Langkah ini untuk mengurai kemacetan di pintu tol Serang Timur yang menjadi akses menuju kota.  Selanjutnya, terang dia, untuk ruas Palima – Baros untuk mengurai kemacetan di Pasar Baros dan Banten Lama – Tonjong untuk membuka akses menuju kawasan Banten lama.

“Rencana pembukaan jalan baru ini untuk efisiiensi anggaran. Karena biayanya yang lebih murah dibandingkan melebarkan jalan yang sudah ada,” katanya.

Seraya menambahkan,  bahwa target pembangunan pada 2018, 2019 dan tahun 2020 pihaknya masih concern perbaikan jalan rusak. Sedangkan mulai tahun 2020 konsentrasi pada pelebaran jalan, pembangunan jalan baru sampai 2022. Selain membuka ruas jalan baru, mulai tahun 2020 DPUPR juga akan melakukan pelebaran di sejumlah ruas jalan perkotaan. Tentu saja dengan skala prioritas. Sebab pelebaran jalan di perkotaan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Tidak jarang anggaran pembebasan lahan justru jauh lebih besar dibandingkan pembangunan fisiknya.

“Seperti di kota Tangsel, harga lahan mencapai 5 juta permeter. Untuk satu ruas jalan pembebasan lahan  mencapai puluhan milyar. Dana sebesar itu kalau kita alokasikan ke daerah lain  bisa mencapai puluhan kilometer,” pungkasnya.

”Saat ini masih ada sekitar 15,13 kilometer jalan masih kondisi rusak atau 1,99 persen 

Diketahui sepanjang tahun 2019 ini Pemprov Banten telah melakukan pembangunan 59,20 km jalan rusak dari total ruas jalan yang rusak sepanjang 74,46 km atau 9,77 persen dari total jalan rusak yang jadi kewenangan provinsi. Sedangkan selama 2018, Pemprov Banten telah membangun jalan sepanjang 66,32 km sehingga ruas jalan rusak berkurang menjadi 74,46 km atau 9,77 persen dari total jalan provinsi dan total ruas jalan dalam kondisi baik jadi 687,56 atau 90,23 persen.

Sedangkan sisa jalan rusak 1,99 persen itu tersebar di empat ruas jalan, yakni ruas Kronjo-Mauk sepanjang 2 km, Cisauk-Jaha sepanjang 1,10 km, Cipanas-Warung Banten dengan panjang 10 km dan Tanjung Lesung-Sumur sepanjang 2 km. (Nin/Bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here