Badai Besar Porak-poranda Kawasan Pemprov Banten

0
52

KURVA.co.id, Serang – Hujan disertai angin kencang terjadi di Kota Serang, Banten. Hujan yang turun sekitar pukul 13.00 WIB itu menyebabkan sejumlah pohon dan bilboard tumbang.

Hikmat, salah satu warga menuturkan, sebelum hujan badai dibarengi angin kencang datang, terjadi perubahan ekstrim.dari semula panas terik tiba-tiba langit berubah gelap dibarengi kilatan petir. “Awalnya hujan dibarengi dengan turunnya es sebesar batu kerikil. Lalu disambung badai besar mengakibatkan pohon di sejumlah tempat tumbang dan bangunan roboh,” tutur Hikmat, di Palima, Curug, Kota Serang.

Senada dikatakan Dedi, salah satu staf Distanak, Provinsi Banten. Ia menuturkan hujan badai yang terjadi Rabu siang itu, mengakibatkan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) mencekam. Tepat di kantor Distanak, tutur Dedi, pohon besar tumbang di lokasi parkir Distanak dan mengakibatkan sejumlah kendaraan rusak parah.

“Tidak hanya di Distanak, sejumlah kantor di kawasan KP3 porak-poranda. Seperti di BPKAD atap gedung  pertemuannya ambruk, kabarnya saat itu sedang digunakan rapat. Begitupula kantor Dinkes, dan Gedung Setda juga Gedung Terpadu serta masjid Al-Bantani yang berada di kawasan. Rata-rata kerusakan di sejumlah kantor berupa atap, kaca dan kanopi gedung serta kanopi lokasi parkir,” tuturnya.

Akibat kejadian itu, sejumlah pegawai sempat panik dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan karena takut tertimpa bangunan. Tak sedikit pula memilih bertahan, seraya berdoa untuk keselamatan mereka.

Pantauan KURVA.co.id, selain di KP3B, pohon tumbang juga terjadi di sejumlah titik di Kota Serang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pohon tumbang terjadi di Kawasan Cipocok Jaya, Legok, Curug dan Palima.

Sedangkan di Kawasan Sempu, satu kanopi toko roboh menutup jalan raya, dan di kawasan Samsat Kota Serang salah satu bilboard ambruk. Beberapa pohon dan bilboard yang ambruk sempat membuat kondisi lalu lintas macet parah.

Sementara Prakirawan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kantor Serang Rofikoh berpendapat, hujan badai yang terjadi di Kota Serang merupakan fenomena umum yang terjadi saat ini.

Terlebih, kata dia, bulan Oktober dan November 2019 merupakan masa peralihan musim dari kemarau ke hujan disertai angin kencang. 
“Kami sudah menginformasikan tentang peringatan dini angin kencang. Masyarakat harus tetap waspada,” kata Rofikoh. (Nin/Bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here