Paradoks, Jumlah Industri di Banten 16 Ribu, Pengangguran Terbanyak se-RI

0
116

KURVA.co.id, Serang – Ketua Komisi V DPRD Banten Muhammad Nizar mengatakan, data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten yang dirilis baru-baru ini membuat kalangan legislatif terkejut. Bagaimana tidak, kata dia, Provinsi Banten yang merupakan daerah penyangga ibukota negara menjadi daerah pengangguran tertinggi se-RI. Padahal sebelumnya, dinas terkait melaporkan penurunan angka pengangguran dan Banten ada di urutan ke-5.

“Tentu bagi kami mengagetkan! Terlebih angkanya 8,11 % diatas rata-rata nasional,” ujar Muhamad Nizar Selasa (5/11/2019).

Ia berpendapat, besarnya angka tingkat pengangguran di Banten menjadi paradoks dengan jumlah industri sektor formal di wilayah provinsi Banten yang mencapai sekitar 16 ribu. “Buat kami ini sangat paradoks, ditengah ketersedian industri sektor formal yang mencapai sekitar 16 ribu. Pasti ada yang salah ini,” kata Nizar menyakinkan.

Seraya menegaskan, pihaknya akan memanggil Disnaker beserta UPT Disnaker di daerah. Karena, ada tugas UPT yang mengawasi di masing-masing industri.

Pemanggilan lanjutnya sekaligus meminta penjelasan apakah pekerja yang ada di industri Banten tidak dapat menyerap pemuda daerah. Termasuk apakah terjadi percaloan di industri yang selama ini sering didengar oleh publik.

“UPT pengawasan jangan-jangan hanya soal administrasi saja, kalau fungsi pengawasan di industri berjalan, saya kira calo tidak akan ada,” tambahnya.

Nizar menambahkan bahwa perlu ada koordinasi antara Disnaker dan Dinas Pendidikan khususnya untuk penempatan lulusan SMK. Apalagi, pengangguran di Banen paling banyak disumbang oleh lulusan SMK yang sistem pembelajarannya dan orientasinya adalah penempatan kerja. (Nin/Bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here