Resmikan Gerai BMI, Wagub Banten Target 6% Koperasi Bankable

0
20

KURVA.co.id, SERANG – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meresmikan pembukaan unit toko bangunan ke-4 dan minimarket ke-3 beserta grosir warung mitra Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (BMI) di Kecamatan Walantaka, Kota Serang, kemarin. Peresmian tersebut sebagai tindak lanjut dari program Pemprov Banten yakni  pembinaan, pengawasan, pemberdayaan  pengembangan kelembagaan koperasi.

“Selanjutnya program ini akan diestafet hingga pada peningkatan kualitas dan segmen usaha. Dalam upaya ini, kami menargetkan koperasi yang bankable  bisa mencapai 6 persen sebagaimana target kinerja yang termaktub dalam dalam RJPMD 2017 – 2022 yang kami buat,” ujar Andika Hazrumy dalam sambutannya.

Lebih jauh Andika menegaskan, bahwa Pemprov Banten berupaya terus mendorong sinergi positif antara upaya Gerakan Koperasi dan Pemerintah Daerah, sehingga Koperasi bisa mendorong pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Lebih jauh, Andika meyakini program pemberdayaan UMKM seperti yang dilakukan BMI itu jika dilakukan secara berkesinambungan akan berkontribusi terhadap penurunan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Banten.

“Keberadaan Koperasi juga tentu dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Untuk itu, Pemerintah Daerah perlu melakukan intervensi pada aspek kemudahan dan fasilitasi permodalan usaha, sistem pembinaan manajemen usaha serta pelatihan SDM koperasi,’ imbuhnya.

Judul: Wagub Millenials

Senada dengan Andika, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UMKM Rully Indrawan yang juga hadir pada acara tersebut mengatakan, kontribusi koperasi terhadap perekonomian makro Indonesia diperkiraan baru sekitar 2-5%. Dari dua ratus ribu lebih koperasi yang ada di Indonesia, kata dia, hanya 1 atau 2 yang memiliki potensi untuk masuk ke dalam daftar Global 300.

“Pembinaan dan pendampingan UMKM yang memiliki porsi terbesar dalam perekonomian Indonesia harus diarahkan pada penguatan daya tahan dan daya saing,” kata Rully.

Lebih jauh Rully mengatakan, pengelolaan koperasi dan UMKM berbasis teknologi informasi merupakan suatu keniscayaan. Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), kata dia, mengungkapkan bahwa pengguna internet di Indonesia telah mencapai 64,8 persen atau sebanyak 171,17 juta jiwa dari total 264,16 juta jiwa penduduk Indonesia.

“Data tersebut menunjukkan peluang yang cukup potensial bagi pelaku Koperasi dan UMKM untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemasaran barang dan jasa di platform digital,” ujarnya.  (Dham/Bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here