SHARE

KURVAcoid, Tangerang – Pemprov Banten telah menuntaskan sosialisasi penyaluran bantuan keuangan desa tahun 2019 kepada seluruh desa di Banten yang sejumlah 1.238 desa. Kepada desa yang tersebar di kabupaten yakni Serang, Pandeglang, Lebak dan Tangerang tersebut, pemprov tahun ini total mengucurkan anggaran sebanyak Rp61,9 miliar. Jumlah tersebut naik dari anggaran bantuan keuangan desa sebelumnya yakni pada tahun 2017, yang hanya sebesar Rp37,14 miliar atau naik hampir dua kali lipat.

“Setelah sempat berhenti pada tahun 2018, Alhamdulillah tahun ini pemprov menyalurkan kembali dana desa yang nilainya naik menjadi Rp50 juta per desa atau naik dari sebelumnya pada tahun 2017 yang hanya Rp30 juta per desa,” kata Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy kepada pers usai sosialisasi bantuan keuangan desa kepada para kepala desa dan pendamping desa se-Kabupaten Tangerang, di Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Selasa (12/2).

Seperti pada kegiatan sosialisasi di 3 kabupaten sebelumnya yakni Serang, Pandeglang dan Lebak, pada kegiatan serupa di Kabupaten Tangerang ini juga dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Banten Enong Suhaeti. Mewakili Pemkab Tangerang, hadir Wakil Bupati Tangerang Mad Romli.

Dalam sambutannya, Andika sebelumnya mengatakan, melalui bantuan keuangan desa, Pemerintah Desa se-Provinsi Banten diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di mana pengelolaan potensi ekonomi desa, dan kawasan perdesaan dapat menyerap sebanyak-banyaknya angkatan kerja. mampu memperbaiki pemerataan dan mengurangi kesenjangan ekonomi.

“Perhatian khusus terhadap usaha mikro di Desa haruslah dikedepankan yang memang nyata perlu dukungan dalam hal penguatan teknologi yang ramah lingkungan, pemasaran, permodalan dan akses pasar,” papar Andika.

Dilanjutkan Andika, terdapat stereotip negatif terhadap desa dimana hal tersebut berdampak sistemik terhadap kondisi sosial kehidupan masyarakat desa. Hal itu menyebabkan urbanisasi kian marak, yaitu masyarakat desa berbondong-bondong jadi TKI ke luar negeri dan pemuda-pemudi desa lebih terpikat menjadi buruh pabrik ketimbang menggarap sawah dan memajukan desanya. “ Dengan dana desa kita berdayakan desa untuk melawan stereotip negatif tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Banten Enong Suhaeti mengatakan, dengan kegiatan sosialisasi di Kabupaten Tangerang tersebut, sosialisasi bantuan keuangan desa Pemprov Banten tahun 2019 telah tuntas dilakukan. “Selanjutnya dengan pendampingan dari pendamping desa akan melaksanakan program pembangunan desa dengan bantuan dana desa dari pemprov ini,” katanya.

Untuk di Kabupaten Tangerang sendiri, kata Enong, bantuan keuangan desa dibeikan kepada 246 Desa di 29 kecamatan se-Kabupaten Tangerang. Dengan jumlah bantuan sebesar Rp50 juta per desa maka total bantuan untuk 246 desa se-Kabupaten Tangerang mencapai Rp12,3 miliar. (dham/ans)