SHARE

KURVAcoid, Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) merosot 40,53 poin atau 0,70 persen ke posisi 5.734,18 pada awal perdagangan Rabu, sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 turun 10,18 poin (1,11 persen) menjadi 910,35 poin.

Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan sentimen eksternal yang cenderung negatif, dan fluktuasi nilai tukar rupiah yang cenderung menurun ikut menekan IHSG.

“Kondisi itu membuat IHSG kembali sulit untuk bergerak ke area positif pada perdagangan saham hari ini,” katanya.

Ia mengatakan pelaku pasar mencermati keputusan pemerintah Amerika Serikat terkait kesepakatan nuklir dengan Iran karena dampaknya pada geopolitik di Timur Tengah, serta pasokan dan harga minyak mentah dunia.

Di sisi lain, dia melanjutkan, depresiasi rupiah hingga level Rp14.000 per dolar AS membuat pelaku pasar saham cenderung mengambil posisi jual, dan data cadangan devisa Indonesia yang menurun turut membebani bursa saham domestik.

“Setelah data pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2018 dan cadangan devisa April 2018 di bawah ekspektasi, maka neraca pembayaran triwulan pertama 2018 yang akan dirilis pada 11 Mei 2018 menjadi perhatian pasar berikutnya,” katanya.

Di tingkat regional, di antaranya indeks Nikkei turun 93,16 poin (0,41 persen) ke 22.415,52; indeks Hang Seng menguat 34,19 poin (0,11 persen) ke 30.437,00; dan Straits Times melemah 4,20 poin (0,12 persen) ke posisi 3.538,97. (antara/ans)