Gaji Jauh dari UMK, Honorer Tangsel Minta Disetarakan

0
28
Ilustrasi UMK Pegawai Honorer
Ilustrasi UMK Pegawai Honorer

KURVA.co.id, Tangsel – Forum honorer Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta Pemkot Tangsel menyetarakan gaji mereka dengan upah minimum kota (UMK). Mereka mengeluh, jika selama bertahun-tahun, upah honorer Kota Tangsel tidak pernah disetarakan dengan UMK alias jauh dari upah layak.

Sekretaris Forum Honorer Kota Tangsel, Abdul Aziz memaparkan, tenaga honorer di Pemkot Tangsel sejauh ini bahkan ada yang digaji tak sampai Rp 2 juta. Jauh dibawah UMK Tangsel tahun 2019 sebesar Rp 3,8 juta.

“Sekarang ini honorer ijazah SMA Rp 1,7 juta – Rp 2 juta. Kalau S1 Rp 2,2 juta sampai 2,5 juta. Masih sangat jauh dari UMK,” ujar Aziz sebagaimana dikutip dari tribunjakarta.com, Sabtu (16/11/2019)

Aziz mengatakan, pemerintah mestinya menyesuaikan gaji dengan nilai UMK karena para tenaga honorer bekerja di instansi pemerintah yang menjadi  penentu UMK setiap tahunnya. Semestinya juga, pemerintah menghargai kinerja para tenaga honorer. Lantaran mereka adalah ujung tombak pergerakan birokrasi dan pelayanan di pemerintah.

“Jangan hanya bagusnya buat pimpinan, tetapi tidak ada bahwa kita pengorbanannya lebih tinggi daripada pimpinan. Bagusnya mereka juga karena kita kita sebagai pelaksana,” ujarnya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tangsel, Warman Syanudin mengatakan, penentuan besaran gaji itu berdasarkan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja (Anjab ABK).

“Mengenai gaji, ini kan bukan perusahaan, kita kan pemerintahan, memberikan pelayanan, yang menentukan Anjab ABK,” ujar Warman di kantor Pemkot Tangsel.

Seperti diketahui, tenaga honorer di Pemkot Tangsel jumlahnya mencapai lebih dari 8.000 tenaga honorer. “Yang paling banyak di Satpol PP dan Dishub,” imbuh Warman. (*Bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here