Pengangguran Terbanyak se-RI, Kadisnaker Banten: Tapi Trennya Turun

0
61

KURVA.co.id, Serang – Badan Pusat Statistik (BPS) telah menempatkan provinsi Banten sebagai daerah berpengangguran tertinggi se-Indonesia, namun Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat mengklaim bahwa sejak tiga tahun terakhir tren pengangguran menurun sebesar 1,17 % dari jumlah total angkatan kerja di delapan kota/kabupaten di Provinsi Banten.

“Secara keseluruhan tren tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Banten selalu menurun,“ kata Kepala Disnaker Banten, Al Hamidi kepada KURVA.co.id belum lama ini.

Al Hamidi menjelaskan, tren menurunnya angka pengangguran di Banten yakni  pada 2017 jumlah TPT sebesar 9,28 persen atau setara 521 ribu orang. Selanjutnya pada 2018 kembali turun jadi 8,52 persen atau 497 ribu orang. Sedangkan pada tahun 2019 ini turun sebanyak 491 ribu orang atau 8,11 persen.

“Menurunnya angka pengangguran di Banten ini selain terserap di sektor industri dan pariwisata, juga di bidang pembangunan infrastruktur yang masif dikerjakan dibawah kepemimpinan Gubernur Wahidin Halim dan Wagub  Andika Hazrumi. Jadi trennya secara umum menurun,” klaim Hamidi.

Kendati begitu, Al Hamidi yang didampingi Kabid Hubungan Industrial jamsostek Erwin Safrudin tidak menampik data BPS perihal penempatan Provinsi Banten sebagai provinsi tertinggi secara nasional tingkat penganggurannya. “Diperlukan sinergitas antara Pemprov Banten dan Pemerintah Kota/Kabupaten untuk menuntaskan pengangguran ini, dengan bersama-sama berkomitmen mendorong program-program unggulan yang menyerap tenaga kerja,” pintanya.

Lantaran menurut Hamidi,  persoalan pengangguran tidak bisa seluruhnya diserahkan penanganannya kepada Pemprov Banten, karena masalah pengangguran disebabkan banyak faktor yang membutuhkan penanganan dengan berbagai cara, termasuk komitmen bersama dengan 8 kota/kabupaten.

“Jika semua diserahkan ke Pemprov Banten, saya khawatir pada tahun 2020 nanti Banten akan kembali menempati posisi pengangguran tertinggi, se Indonesia,” tandasnya seraya menambahkan komitmen itu berupa penciptaan hubungan industrial yang harmonis dan dinamis, serta berkeadilan tanpa diskriminasi.

Diketahui, tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Banten pada Agustus 2019 mencapai 8,11% dari angkatan kerja di Banten yang mencapai 6,05 juta orang. Persentase ini lebih tinggi dari rata-rata nasional yang hanya 5,28 %. Artinya dengan persentase setinggi itu, Banten didapuk sebagai daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi se- Indonesia, disusul Jawa Barat yang mencapai 7,99 %.

Data BPS Banten menunjukkan tingkat pengangguran terbuka di Banten memang trennya menurun, meski menurun tapi masih tetap tinggi, jauh di atas rata-rata nasional yang 5,28%. Pada Agustus 2017 pengangguran di Banten mencapai 9,28%, lalu pada Agustus 2018 turun jadi 8,52%. (*Nin/Bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here