SHARE

KURVAcoid, Serang – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy memimpin langsung rapat evaluasi pembangunan/rencana revitalisasi Kawasan Cagar Budaya Kesultanan Banten, di ruang transit Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (31/7).

Dalam rangka percepatan pembangunan, Wagub Andika Hazrumy akhirnya memutuskan untuk membentuk sekretariat bersama (Sekber) revitalisasi Banten Lama. Sekber ini akan menjadi wadah dan ruang para pemilik kewenangan dan tupoksi dalam proses revitalisasi Banten Lama untuk melakukan pekerjaan sesuai tupoksi dan target yang telah ditentukan sebelumnya.

Wagub mengungkapkan, rapat evaluasi ini merupakan lanjutan dari rapat koordinasi dan konsolidasi pelaksanaan revitalisasi keraton Kesultanan Banten sebelumnya dan Pemprov Banten telah melaksanakan titik awal mula dari proses rencana revitalisasi tersebut. Wagub menginginkan agar koordinasi dan konsolidasi yang sudah dilakukan antara Pemprov dan Pemkot Serang terus ditingkatkan untuk percepatan proses revitalisasi.

Tahap awal telah dilakukan dengan pemindahan blok pedagang kaki lima (PKL) yang seharusnya bisa dipindahkan ke Kawasan Penunjang Wisata (KPW), namun karena belum memungkinkan untuk ditempati maka dipindahkan sementara ke area terminal Sukadiri dengan menyiapkan awning.

“Tugas Kota Serang saat ini adalah membenahi KPW dengan segera. Para pedagang yang berada di sana adalah untuk mencari nafkah sehingga harus mendapatkan fasilitas yang memadai. Karena lokasi PKL saat ini berada di Terminal Sukadiri, maka alurkan para peziarah maupun yang beribadah di sana ke arah Terminal Sukadiri agar pedagang terhidupi,” jelas Wagub.

Dalam rapat yang dihadiri Plh Sekretaris Daerah Provinsi Banten Ino S Rawita, Kepala Dinas terkait baik dari Pemprov Banten maupun Kota Serang, Kepolisian, Satpol PP, dan Kenadziran Banten tersebut, Wagub juga meminta agar seluruh stakeholder terkait dapat membuat grafik kurva yang memuat setiap progres pelaksanaan pembangunan. Nantinya akan terlihat pekerjaan mana yang belum mana yang sudah, mana tupoksi Pemprov mana yang Pemkot. Sehingga lebih mudah dilihat dan diinventarisir.

Wagub juga mengungkapkan rencana Presiden Joko Widodo yang akan meninjau Banten Lama berbarengan dengan peresmian Bendungan Sindangheula. Maka perlu dilakukan percepatan namun tetap harus dilakukan secara teliti dan sesuai spesifikasi yang telah ditentukan.

“Selama ini saya blank apa permasalahan dari Kota Serang. Makanya saya bersama Pak Sekda berinisiatif untuk membentuk sekretariat bersama revitalisasi Banten Lama, nanti ada poskonya juga di sana. Ini agar koordinasi dan konsolidasi lebih lancar dan terarah, jadi tidak katanya-katanya lagi, langsung lihat di lapangan saja apa masalahnya dan diselesaikan bersama-sama sesuai tupoksinya,” tegas Wagub.

Plh Sekda Ino S Rawita menuturkan, dalam posko Sekber revitalisasi Banten Lama terdapat seluruh data yang diperlukan dan alat-alat yang memudahkan komunikasi antar komponen.

“Di Posko nanti akan ada seluruh komponen yang diperlukan, termasuk data-data dan alat-alat komunikasi yang memudahkan, kemudian akan dibuat tim baru yang terpadu yang juga melibatkan unsur Polres,” ujar Ino. (red/ans)