SHARE

KURVAcoid, Lebak – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menjanjikan untuk meningkatkan bantuan uang saku dan penyediaan alat transportasi untuk para penyuluh pertanian di Provinsi Banten. Hal itu diungkap Andika saat menghadiri acara temu Penyuluh Pertanian, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Pengawas Benih Tanaman (PBT) Kabupaten Lebak di Gedung Serbaguna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Selasa (27/11).

Wagub mengatakan, seorang penyuluh harus bekerja secara professional dan terus meningkatkan kapasitasnya sebagai penyuluh pertanian. Selain itu, kemampuan, pengetahuan dan ilmu para penyuluh harus lebih ditingkatkan secara terus menerus di-update sesuai dengan perkembangan saat ini. Namun selain meningkatkan kapasitas penyuluh, motivasi kepada penyuluh pertanian juga harus terus ditanamkan dan ditingkatkan.

Untuk meningkatkan motivasi penyuluh, lanjut Wagub, Pemprov Banten setiap tahunnya memberikan penghargaan kepada penyuluh pertanian teladan baik yang berasal Aparatur Sipil Negara (ASN), Tenaga Harian Lepas (THL) maupun Penyuluh Swadaya. Selain itu, Pemprov Banten juga memberikan penghargaan kepada pelaku utama (petani), kelompok tani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP), dan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) berprestasi.

“Dalam rangka membantu para penyuluh melaksanakan tugasnya mendampingi para petani, Pemerintah Pusat memberikan bantuan operasional penyuluh setiap bulannya selama setahun dan Pemprov Banten memberikan bantuan uang saku setiap bulan selama 10 bulan saat ini sebesar Rp750.000, dan saya berjanji akan menaikkan menjadi Rp2 juta per bulan serta penyediaan alat transportasi berupa motor,” ujar Andika.

Oleh karena itu, ucap Wagub, penyuluh pertanian harus bekerja maksimal dan profesional sehingga dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani di Provinsi Banten. Disebabkan banyak alih fungsi lahan pertanian, Wagub mengimbau agar koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dapat ditingkatkan untuk menjaga lahan produktif pertanian agar tidak beralih fungsi menjadi wilayah industri, perumahan dan sebagainya.

“Karena akan menjadi masalah ke depan bagaimana menjaga pembangunan pertanian dan pangan yang ada di Banten. Sehingga harus bisa diantisipasi sejak dini,” terangnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Agus M Tauchid melaporkan, saat ini jumlah penyuluh pertanian pemerintah di Provinsi Banten yaitu 563 orang, terdiri dari 328 orang ASN, 200 orang Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh (THL-TBPP) dan 35 orang Tenaga Honorer.

Lebih lanjut Agus mengatakan, penyuluh pertanian berperan sebagai fasilitator. Menurutnya, seorang fasilitator bukan hanya mentransfer ilmu, pengetahuan dan inovasi pertanian kepada petani, tetapi juga harus dapat memecahkan segala permasalahan yang dihadapi para petani.

“Sebagai motivator, seorang penyuluh harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para petani agar dapat mengubah cara berpikir dan cara kerja baru yang lebih baik dan berdaya guna dalam bidang pertanian, seperti menerapkan inovasi dan teknologi baru dalam pertanian, baik budidaya, panen dan pasca panen termasuk hasil pertanian, sehingga dapat meningkatkan hasil produksi yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan para petani,” tutur Agus.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Kabupaten Lebak Erna Martina menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemprov Banten dan Pemkab Lebak terkait rencana kenaikan uang saku untuk penyuluh. Erna mengaku, hal ini merupakan suplemen bagi para penyuluh untuk lebih bersemangat lagi dalam melaksanakan tugas.

“kedepannya kenaikan uang saku diikuti juga dengan dikabulkannya permohonan alat transportasi untuk para penyuluh,” harap Erna.

Tampak hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, dan Camat Cibadak. (*)