SHARE

KURVAcoid, Serang – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meninjau proyek revitalisasi Kawasan Banten Lama, Rabu. Didampingi Asda II Ino S Rawita, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Banten M Yanuar, Wakil Walikota Serang Sulhi Choir, dan Ketua Kenadziran Banten Lama Abbas Waseh, Andika menghabiskan waktu sekitar dua jam untuk berkeliling mulai dari kawasan bakal plaza utama, Masjid Banten Lama, Terminal Sukadiri hingga kanal yang mengitari kawasan wisata ziarah tersebut.

Andika mengawali kunjungannya dengan makan bersama ratusan personil Satpol PP Provinsi Banten dan Kota Serang yang tengah bertugas melakukan relokasi PKL (pedagang kaki lima) dari areal akses utama Banten Lama ke Terminal Sukadiri. Duduk bersila di bawah pohon dengan alas lembaran terpal yang sengaja disediakan untuk acara tersebut, Andika memakan nasi kotak yang bermenu sama dengan nasi kotak yang diperuntukkan bagi para anggota Satpol PP.

“Saya mewakili Pak Gubernur (Gubernur Banten Wahidin Halim) mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Satpol PP yang sudah bekerja mengawal relokasi PKL ini. Saya dengar bahkan beberapa di antaranya harus merogoh uang dari kantong sendiri ya untuk makan. Makanya sekarang ayo kita makan bareng,” kata Andika sebelum acara makan bersama dimulai.

Usai makan bersama, Andika mengawali inspeksi atau pemeriksaan proses pembangunan proyek revitalisasi Banten Lama dengan berjalan kaki menuju ke kawasan bakal plaza yang berupa lapangan dengan lokasi tepat di depan Masjid Banen Lama. Di lokasi tersebut, Andika menyaksikan sejumlah alat berat tengah membongkar paving blok yang merupakan lantai lapangan.

Wagub Banten Andika Hazrumy berbincang dengan perwakilan kontraktor di bakal plaza utama Banten Lama.

Dalam obrolannya dengan perwakilan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut, Andika mendapat penjelasan jika bakal plaza itu akan dilengkapi dengan payung ala Mesjid Nabawi di Madinah. “Tapi jangan cuma dua (unit), saya minta minimal 6 unit payung madinahnya untuk plaza seluas ini. Kalau dua ya sama saja bohong,” kata Andika kepada perwakilan kontraktor.

Terdengar juga Andika meminta kepada kontraktor agar memasang toilet jongkok dengan jumlah yang lebih banyak dibanding dengan toilet duduk. Menurut Andika, peziarah ke Banten Lama dari Nusantara kebanyakan masih punya tradisi yang tradisional dalam kebutuhan membuang hajat tersebut, yakni lebih senang menggunakan toilet jongkok dibanding toilet duduk. “Jangan sampai nanti sudah mahal-mahal malah pada gak kepakai. Tapi toilet duduk juga tetap harus ada,” kata Andika.

Merasa masih belum cukup, Andika kemudian minta diantarkan untuk meninjau bagian dalam lingkungan masjid dan komplek makam Sultan Maulana Hasanudin. Di sana Andika berdoa yang dipimpin Abbas Waseh.

Masih di tengan terik matahari siang itu, usai berziarah Andika kemudian meminta untuk meninjau kondisi Terminal Sukadiri di mana di kawasan terminal bagi kendaraan peziarah tersebut tengah didirikan ratusan unit kios untuk menampung PKL yang direlokasi dari kawasan akses masuk Banten Lama tadi.

Sayangnya setelah menempuh perjalanan kaki selama sekitar 10 menit karena jarak terminal yang lumayan jauh di belakang kawasan Banten Lama, Andika harus menyaksikan ratusan bangunan kios dari rangka baja tersebut ambruk.

Setelah berdiskusi dengan pihak kontraktor yang mengerjakan ratusan bangunan kios tersebut, Andika memerintahkan agar bangunan kios dari rangka baja tersebut dilengkapi siku penopang pada bagian atapnya.

“Dan ini juga harus di cor ini tiangnya. Ini kan cuma ditancapkan ke aspal, sementara aspal kan memuai kalau siang begini. Bukan apa-apa, gimana kalau ini udah diisi pedagang terus roboh begini, kan membahayakan,” kata andika dengan nada tinggi.

Mengakhiri peninjauannya, Andika kemudian menaiki kendaraan dinasnya menuju kawasan kanal yang tengah dinormalisasi yang posisinya terletak di sayap kanan kawasan Banten Lama. Di sana Andika mendapat penjelasan dari pihak Dinas Bina Marga dan Tata Ruang yang mengerjakan pekerjaan di bagian tersebut, bahwa panjang total kanal yang akan direvitalisasi adalah sepanjang 4 km.

“Tahap awal ini sedang dikerjakan 300 meter dulu. Nanti kalau sudah normal semua air mengalir dari laut, kanal ini bisa berfungsi lagi seperti dulu,” kata Andika.

Andika mengatakan, pekerjaan tahap awal dalam revitalisasi Banten Lama tersebut ditargetkan akan selesai November tahun ini. Menurutnya, Gubernur Wahidin menargetkan Banten Lama yang sudah direvitalisasi tahap pertama itu akan bisa digunakan dalam upacara HUT Banten tahun ini. “Jadi jangan ragukan, jangan sanksikan kerja-kerja Pemprov Banten dalam tekadnya mengejar target pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar lainnya. Teman-teman wartawan bisa lihat sendiri kan,” katanya seraya mengakhiri peninjauannya yang berlangsung tidak kurang dari dua jam tersebut.

Untuk diketahui, Pemprov Banten di bawah kepemimpinan Wahidin dan Andika mencanangkan revitalisasi Banten Lama agar menjadi destinasi wisata ziarah berkelas Internasional. Sejak tahun 2018 ini Pemprov Banten telah siap menganggarkan dana sebesar Rp220 miliar. Revitalisasi tahap pertama kini tengah dilakukan dengan membangun zona inti kawasan Banten Lama yakni kawasan sekitar Masjid Banten Lama.

Untuk melakukan tahap pertama itu, Pemprov merelokasi ratusan PKL dari kawasan akses menuju masjid ke Terminal Sukadiri. Sebelumnya Pemprov juga sudah melakukan betonisasi sejumlah ruas jalan akses dari dan ke Banten Lama, seperti di ruas jalan Kramatwatu-Banten Lama dan ruas Kasemen-Banten Lama. (dham/ans)