SHARE

KURVAcoid, Serang – Wakil Gubenur Banten mendorong Provinsi Banten memiliki Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) tersendiri, atau terpisah dari Jawa Barat seperti yang terjadi selama ini. Menurutnya, dengan memiliki Kopertais sendiri, perguruan tinggi agama Islam swasta (PTAIS) di Banten akan dapat lebih berkembang dalam fungsinya mencetak sumber daya manusia Banten di bidang agama Islam.

“Tentu secara pribadi dan saya kira Pak Gubernur (Gubernur Banten Wahidin Halim) juga setuju kalau Banten punya Kopertais sendiri. Bagi Pemprov Banten ini akan memudahkan fungsi kami dalam melakukan pembinaan kepada PTAIS di Banten,” papar Andika usai menerima rombongan PTAIS Banten yang dipimpin oleh Ketua Kopertais II Wilayah Jabar-Banten Prof Dr Mahmud di kantor Wakil Gubernur Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, Rabu (23/1).

Dikatakan Andika, dirinya menerima banyak masukan dalam pertemuan tersebut. Salah satunya masukan tentang dibutuhkannya bantuan dari Pemprov Banten kepada sekitar 16 PTAIS yang ada di Banten, baik bantuan materil maupun kebijakan. “Kalau melihat fungsinya sebagai pencetak SDM di Banten, tentu kami pemprov berkepentingan, dan malahan wajib membantu mereka,” kata Andika.

Terlebih, lanjut dia, sangat memungkinkan bagi Pemprov Banten untuk melakukan dukungan tersebut. Dari sisi anggaran, Andika meyakini tidak terlalu banyak dana yang dibutuhkan dari APBD Banten untuk membantu mereka. Hal itu, katanya, mengingat jumlah PTAIS di Banten ternyata tidak sebanyak di Jabar yang mencapai 120-an perguruan tinggi. “Oleh karena itu tadi saya meminta mereka melakukan pengajuan, mudah-mudahan bisa kita plot di APBD 2019 perubahan,” imbuhnya.

Terkait dorongannya agar PTAIS di Banten memiliki Kopertais tersendiri yang terpisah dari Jabar menurut Andika, hal itu juga menjadi urgent untuk dilakukan. “Ya itu tadi agar kita bisa fokus dalam melakukan pembinaan melalui Kopertais kita tersendiri,” ujarnya.

Senada dengan Andika, Ketua Kopertais Wilayah II Jabar-Banten Prof Dr Mahmud mengaku dirinya mendorong agar PTAIS di Banten memiliki Kopertais tersendiri atau terpisah dari Jabar. “Saya ini biar di Bandung, tapi saya belajar agamanya ya di Banten. Jadi kalau untuk kemajuan Banten saya sangat concern,” katanya.

Dikatakan dia, kondisi PTAIS di Banten saat ini jauh dari bisa dikatakan ideal, baik secara fisik maupun SDM. Untuk itu, dirinya sangat menyambut baik itikad Pemprov Banten untuk turun membantu. “Jadi kami harapkan ke depan PTAIS di Banten bangunannya sudah tidak ada yang kumuh. Dosennya tidak ada lagi yang gajinya tidak ideal. Tidak ada lagi yang mau pakai laptop saja gantian,” paparnya.

Diungkapkan dia, keberadaan perguruan tinggi swasta termasuk PTAIS sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan negara. Hal itu kata dia tercermin dari minimnya daya tampung perguruan tinggi negeri dibanding jumlah peminat. “Di Jabar itu, yang tidak tertampung di PTAIN setiap tahunnya puluhan ribu, dan itu siapa lagi yang bisa menampung kalau bukan PTAIS,” katanya. (dham/ans)