SHARE

Keempat, persiapkan strategi pemasaran. Sebab, pemain bisnis online sudah sangat banyak, maka penerapan strategi pemasaran yang tepat menjadi kunci sukses selanjutnya.

Baik Nicolaus maupun Gilang merekomendasikan untuk membuat website dan akun media sosial (medsos), juga membuka lapak di situs marketplace.

Untuk website, pilihlah web hosting yang bisa diandalkan. Memang, saat ini banyak yang menawarkan jasa web gratis.

Namun, kalau Anda ingin serius mengelola usaha online, pilih lah yang berbayar. “Agar menyediakan semua layanan yang dibutuhkan,” ujar Gilang.

Sedangkan untuk medsos, Facebook, YouTube, dan Instagram merupakan platform yang saat ini sudah teruji kemampuannya. Jangan lupa memberikan nomor kontak yang jelas dan memberi respons yang cepat kepada pelanggan.

Bagi yang juga menggelar lapak di marketplace, lakukan proses membangun dan membesarkan merek alias branding yang tepat biar tercipta kepercayaan dari calon pembeli.

Djoko menjelaskan, untuk bisa memenangkan persaingan sesama pelapak online, maka produk atau jasa yang Anda tawarkan harus sering muncul di situs pencarian Google.

Caranya, dengan mengelola kata kunci yang tepat yang sering dicari warganet atawa netizen. “Intinya, Anda harus belajar semua tentang internet marketing,” kata Djoko.

Tidak lupa pula, rajin-rajinlah mengunggah informasi, artikel, gambar, dan video ke media online yang Anda gunakan. Ini membantu mempromosikan nama toko online Anda.

Erwin menekankan pentingnya mendongkrak rating toko online Anda. Sebab, menurutnya, ini satu-satunya cara efektif untuk meyakinkan calon pelanggan bahwa layanan di toko Anda bisa dipercaya.

Kelima, buatlah rekening pembayaran beserta fasilitasnya. Di era digital seperti sekarang, wajib memiliki rekening yang memiliki fitur untuk memudahkan transaksi.

Gunakan juga fasilitas pembayaran seperti Paypal, kartu debit, kartu kredit, dan pembayaran virtual lainnya. “Intinya, memudahkan pelanggan dalam membayar,” ujar Djoko.

Bisa juga dengan menyiapkan rekening bank syariah untuk menampung beberapa konsumen yang ingin bertransaksi dengan konsep Islami. Meski tidak banyak, tipe konsumen seperti ini mulai tumbuh.

Keenam, kembangkan inovasi dan kreativitas. Tak bisa dipungkiri, di era digital yang begitu pesat perkembangannya, maka kebutuhan inovasi menjadi sangat penting. Baik inovasi produk maupun pemasaran.

Untuk produk, Erwin menyebutkan, penyegaran penting agar konsumen tidak jenuh, khususnya yang terkait makanan.

Sedangkan untuk metode promosi, apa yang dilakukan oleh Kepiting Nyinyir bisa menjadi contoh. Dengan hanya menjual produk secara take away, pengusaha bisa menghemat banyak pengeluaran.

Begitu juga dengan penggunaan video dan membuat kanal YouTube sendiri. Gilang menyatakan, ini merupakan cara yang ampuh untuk menggaet pelanggan dari kalangan milenial yang cenderung lebih tertarik dengan tampilan video.

Ketujuh, pantang menyerah dan terus mencoba. Sebagai pengusaha yang baru merintis usaha, penting untuk memiliki dua pola pikir (mindset) itu tak terkecuali bagi pebisnis online. “Kesuksesan tidak bisa datang instan,” tegas Erwin.

Banyak tantangan

Meski memiliki tren yang terus meningkat, usaha online juga tetap punya sejumlah tantangan. Menurut Djoko, kecepatan akses internet yang belum merata di seluruh Indonesia jadi salah satu tantangan.

Lalu, bisnis online membutuhkan waktu untuk membuat calon konsumen percaya untuk bertransaksi dengan Anda. “Tantangan bisnis online adalah membuat bisnis dikenal dengan cepat di tengah persaingan yang sangat ketat,” ujar Djoko.

Masih marak penipuan transaksi online turut menjadi hambatan. Walau beberapa marketplace sudah menyiapkan sistem pengamanan bagi pihak yang terlibat, tetap saja beberapa kasus masih saja terjadi.

Buat pelaku usaha online tertentu, pengiriman barang ke daerah pelosok juga jadi hambatan tersendiri. Setidaknya, ini yang Nicolaus rasakan dengan menjajakan produk berupa kardus kemasan siap pakai.

Ketika ada pemesanan dari pembeli yang tinggal di daerah yang infrastrukturnya masih minim, itu akan membuat ongkos kirim menjadi mahal. “Ini kadang membuat pelanggan mikir-mikir lagi,” ucapnya. (kontan/ans)

Sebelumnya: Tujuh jurus untuk memulai usaha online (1)