SHARE

KURVAcoid, Jakarta – Karyawan di Indonesia diperkirakan mengalami kenaikan gaji sebesar 7,8 persen pada 2019. Angka itu lebih tinggi dibanding prediksi kenaikan gaji di wilayah Asia yang sebesar 5,6 persen.

Proyeksi kenaikan gaji di kawasan global itu diterbitkan oleh Korn Ferry, perusahaan konsultan manajemen asal Amerika Serikat dalam keterangan tertulis, kemarin.

Stevanus Grandy Budiawan, Head of Products Group Korn Ferry Indonesia, memprediksi kenaikan gaji riil karyawan di Indonesia pada 2019 akan sebesar 3,7 persen, setelah memperhitungkan perkiraan inflasi yang sebesar 4,1 persen. Perkiraan gaji riil tahun ini lebih tinggi dari pertumbuhan tahun lalu yang hanya 3,4 persen.

“Kenaikan gaji mencerminkan optimisme di kalangan pengembangan SDM (sumber daya manusia) di Indonesia, walaupun masih banyak tantangan dalam hal ekonomi, sosial dan budaya. Industri melihat ada kesempatan pertumbuhan bisnis. Karyawan juga melihat kesempatan meningkatkan kualitas hidup,” papar Stevanus.

Di wilayah Asia, gaji karyawan pada 2019 diprediksi naik 5,6 persen, lebih tinggi dari kenaikan gaji tahun lalu sebesar 5,4 persen. Kenaikan gaji riil di Asia setelah memperhitungkan tingkat inflasi diperkirakan naik 2,6 persen, yang merupakan kenaikan terbesar di seluruh dunia. Namun persentase ini turun dari 2018 yang mencapai 2,8 persen.

Selain Indonesia, negara lain di Asia yang mengalami kenaikan gaji ialah Vietnam dan Singapura. Gaji karyawan Negeri Hanoi diperkirakan naik 4,8 persen dari sebelumnya 4,6 persen, sementara gaji karyawan Negeri Singa diprediksi tumbuhn 3 persen dari 2,3 persen tahun lalu.

Secara global, rerata kenaikan gaji riil karyawan diprediksi hanya naik 1 persen pada 2019, menurun dibanding prediksi tahun 2018 yang sebesar 1,5 persen.

“Dengan laju inflasi yang meningkat di sebagian besar wilayah, kami memprediksi adanya penurunan kenaikan gaji riil secara global,” kata Bob Wesselkamper, Korn Ferry Global Head of Rewards and Benefits Solutions.

Bob menjelaskan persentase kenaikan dan penurunan gaji berbeda untuk setiap jabatan atau tingkatan, industri, negara dan wilayah. Namun yang pasti, karyawan tidak memperoleh persentase kenaikan gaji yang lebih tinggi dari tahun lalu.

Di kawasan Eropa Timur, gaji karyawan diperkirakan naik 6,6 persen dengan pertumbuhan gaji riil 2 persen setelah memperhitungkan inflasi. Sementara itu, gaji karyawan di kawasan Eropa Barat diproyeksi hanya naik 2,5 persen dengan pertumbuhan gaji riil cuma 0,7 persen.

Di Amerika Serikat, rerata kenaikan gaji hanya sebesar 3 persen, dengan pertumbuhan gaji riil sebesar 0,6 persen. Di sisi lain, gaji karyawan di Amerika Utara diperkirakan naik 3 persen dengan gaji riil 0,6 persen.

Berbeda dengan kondisi di Afrika, inflasi mengakibatkan kenaikan gaji di Afrika menjadi tidak berarti. Sebagai gambaran, gaji karyawan diperkirakan naik mencapai 7,7 persen, namun inflasi yang membumbung tinggi membuat karyawan hanya mampu merasakan kenaikan gaji riil sebesar 0,9 persen. (cnn/ans)