SHARE

KURVAcoid, Jakarta – Kementerian Keuangan mencatat total utang pemerintah hingga akhir tahun lalu mencapai Rp4.418,3 triliun. Total utang tersebut bertambah Rp423 triliun atau naik 10,5 persen dibanding posisi akhir 2017 sebesar Rp3.995,25 triliun.

Berdasarkan data APBN Kita yang dipublikasikan kemarin, utang pemerintah masih didominasi oleh surat berharga negara yang mencapai Rp3.621,69 triliun. Jumlahnya bertambah Rp363 triliun dibanding posisi akhir tahun lalu sebesar Rp3.248,93 triliun.

Sementara utang dalam bentuk pinjaman tercatat mencapai Rp805,62 triliun, tumbuh 8,8 persen dibanding akhir 2017 sebesar Rp740,54 triliun.

Saat ini, utang dalam bentuk SBN didominasi dalam rupiah mencapai Rp2.601,6 triliun triliun atau 58,88 persen dari total utang. Sedangkan pinjaman didominasi dalam bentuk valas yang mencapai Rp799,04 triliun.

Kendati jumlah utang meningkat, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam dokumen tersebut menyebut pengelolaan pembiayaan utang semakin membaik. Rasio utang pemerintah terhadap PDB juga masih terkendali pada kisaran 29,98 persen.

“Hingga akhir 2018, PDB Indonesia masih sanggup menutup lebih dari 3 kali kali total utang yang outstanding,” jelas Sri Mulyani.

Di sisi lain, pemerintahan Jokowi sepanjang tahun lalu telah membayarkan bunga utang mencapai Rp258,09 triliun atau melampaui target APBN 2018 sebesar Rp238,61 triliun. (cnn/ans)