SHARE

KURVAcoid, Nusa Dua – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemerintah akan menandatangani 28 perjanjian investasi antar negara selama perhelatan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB).

Beberapa pendanaan itu berkaitan dengan proyek infrastruktur yang ditawarkan pemerintah dengan berbagai skema pendanaan, misalnya blended finance dan kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Blended finance dapat diartikan sebagai pembiayaan dengan melibatkan dua pihak, yakni pihak swasta dan industri jasa keuangan (IJK) guna membiayai proyek berkelanjutan.

“Ya tadi itu program replanting smallholders dari kelapa sawit, kemudian cokelat, kopi, dan seterusnya,” kata Luhut di Bali, kemarin.

Dengan transaksi ini, Luhut mengklaim pemerintah tak semata-mata hanya menggelontorkan dana saja untuk penyelenggaraan IMF-WB. Ada timbal balik dari dana yang sudah dikucurkan, salah satunya melalui berbagai perjanjian investasi tersebut.

Sementara, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, khusus untuk perjanjian investasi sektor infrastruktur, nilainya mencapai sekitar US$7 triliun.

“Dari beberapa pertemuan-pertemuan ada penandatanganan infrastruktur bersama pemerintah dan swasta,” tutur Perry.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur memang membutuhkan dana yang tak sedikit. Namun, dampak dari pembangunan infrastruktur tersebut dinilai menarik bagi ekonomi domestik.

Rencananya, pemerintah bersama sejumlah BUMN bakal menggelar salah satu agenda infrastruktur di Bali pada Selasa (9/10). Agenda tersebut merupakan bagian dari Pertemuan Tahunan IMF-WB. (cnn/ans)