SHARE

KURVAcoid, Jakarta – Gerakan 1000 Startup Digital yang digaungkan sejak 2016 oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika diklaim hingga saat ini telah melahirkan 525 startup. Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani mengatakan pihaknya menargetkan menciptakan 1000 startup dengan total valuasi bisnis senilai US$10 miliar atau sekitar Rp152 triliun pada tahun 2020.

“Kami total 525 startup. Kominfo kerja sama dengan stakeholder lain. Dari Kominfo ada 248. Dari kerja sama dengan Kementerian Perhubungan ada 20, Alcatel-Lucent 35, Pertamina 35, BTN 43, Telkomsel 36, Nexticorn ada 108,” kata Semuel di kantor Kominfo, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Dalam kesempatan yang sama, Rudiantara menjelaskan Kominfo di era kepemimpinannya tidak hanya berperan sebagai regulator, namun juga berperan sebagai fasilitator dan akselerator.

Oleh karena itu, Rudiantara berambisi untuk mengakselerasi jumlah startup agar mampu menghasilkan unicorn di Indonesia. Saat ini Indonesia memiliki empat unicorn dengan nilai valuasi di atas US$1 miliar, yaitu Gojek, Bukalapak, Traveloka dan Tokopedia.

“Kemudian kami ingin akselerasi bertambah unicorn. Sekarang ada empat, tahun depan ada lima di Indonesia,” kata Rudiantara.

Untuk merangsang hadirnya unicorn, diperlukan juga banyak startup berkualitas. Rudiantara mengaku di ajang Nexticorn, Kominfo berperan sebagai ‘Mak Comblang’ antara pemodal kapital dengan startup.

“Kami banyak kenal pemodal kapital dan investor. Tapi mereka tidak tahu siapa startup yang mau diinvestasi.

Kami tahu banyak startup tapi mereka juga tidak kenal siapa investor. Jadi kami berperan sebagai mak comblang,” ujar Rudiantara.

Dengan adanya startup yang sudah dikurasi oleh Kominfo, para pemodal kapital diharapkan tidak perlu lagi repot melakukan riset mendalam terhadap startup yang hendak diinvetasi.

Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital ini akan dilaksanakan di 10 kota: Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak. (cnn/ans)