SHARE

KURVAcoid, Lebak – Kementerian Agama Kabupaten Lebak mendorong santri mampu mengembangkan potensi ekonomi berbasis lokal guna menciptakan kewirausahaan dan kemandirian hidup.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak Ajrum Firdaus mengatakan pengembangan potensi ekonomi berbasis lokal agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mereka santri sangat strategis untuk didorong pengembangan ekonomi berbasis lokal.

Sebab, peran agama harus memberikan nyata untuk kesejahteraan umat.

Selama ini, kata dia, santri yang belajar di pondok pesantren hanya fokus pendidikan Islam saja, sehingga harus didorong kemampuan untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

“Kami yakin santri mampu hidup mandiri dengan mengembangkan usaha potensi ekonomi berbasis lokal, sehingga dapat menyerap lapangan pekerjaan,” katanya beberapa waktu lalu.

Menurut dia, untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal itu tentu harus bekerja keras, di antaranya memberikan wawasan pengetahuan ekonomi kepada santri.

Selain itu juga memberikan jiwa kewirausahaan agar santri setelah lulus pada pendidikan ponpes dapat hidup mandiri juga menciptakan lapangan kerja.

Pihaknya juga akan memprogramkan pelatihan kerajinan diantaranya usaha budidaya perikanan, kerajinan bambu, jamur tiram, abon ikan, perajin batik, aneka makanan, perbengkelan, pertukangan dan menjahit

“Kami secara bertahap terus memberikan penguatan wawasan potensi ekonomi agar santri kelak kedepan mampu mengembangkan jiwa kewirausahaan,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini potensi usaha sangat berpeluang karena permintaan pasar domestik hingga mancanegara cenderung meningkat.

Apalagi, Kabupaten Lebak sebagai daerah penyangga ibu kota sehingga berpeluang merebut pasar DKI Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi.

Saat ini, jumlah pondok pesantren Kabupaten Lebak tercatat 1.122 unit dan 16 unit dikelola secara modern.

“Kami optimistis pengembangan ekonomi lokal dipastikan Lebak menjadi daerah produsen,” katanya menjelaskan.

Ketua Pondok Pesantren Darul Qoriin Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Endoh Mahfudoh mengaku semua santri di sini menggeluti pelaku ekonomi lokal dengan mengembangkan usaha kerajinan makanan olahan, seperti produk opak, rangginang, peyeum ketan hitam, kripik pisang, nasi timbel, gipang, kue cincin, simpring, emping jengkol dan baso ikan.

Produksi mereka dijual ke sejumlah daerah di Kabupaten Lebak, bahkan menembus Jakarta.

Mereka mengembangkan usaha kerajinan itu dengan nilai investasi sekitar Rp2 juta per anggota.

“Kami berharap santri setelah lulus mampu menggerakan potensi ekonomi lokal sehingga dapat memutus kemiskinan dan pengangguran,” katanya. (antara/ans)