SHARE

KURVAcoid, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menetap di teritori negatif hari ini, Selasa (29/1). Namun, pelemahannnya akan lebih terbatas dibanding perdagangan sebelumnya.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menjelaskan rilis laporan keuangan emiten sepanjang 2018 akan menahan pelemahan IHSG. Sejumlah pelaku pasar optimistis perusahaan publik membukukan kinerja positif tahun lalu.

“Pelemahan diperkirakan terbatas didorong ekspektasi investor menjelang rilis laporan keuangan full year (tahunan) 2018 beberapa emiten,” papar Dennies melalui risetnya.

Untuk itu, Dennies melihat IHSG akan bergerak pada kisaran 6.300-6.500. Tepatnya, pasar saham dalam negeri diramalkan berada dalam level support 6.396-6.427 dan resistance 6.495-6.532.

Diketahui, emiten perbankan umumnya selalu menjadi yang pertama mempublikasikan kinerja keuangannya dibandingkan dengan perusahaan sektor lainnya. Dalam hal ini, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menjadi yang pertama merilis laporan keuangan tahunan 2018.

Sama halnya dengan Dennies, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah memproyeksi secara teknikal IHSG kembali terjungkal sore ini. Ia belum melihat tanda-tanda pasar saham bisa bergeser ke zona hijau.

“Diperkirakan IHSG bergerak cenderung melanjutkan pelemahan dalam rentang pergerakan 6.400-6.465,” terang Lanjar dalam risetnya.

Pada Senin (28/1), IHSG melemah tipis sebesar 0,37 persen atau 24,13 poin ke level 6.458. Pelaku pasar asing masih saja menarik dananya dari pasar saham seperti akhir pekan lalu. Walhasil, asing tercatat jual bersih atau net sell di pasar reguler sebesar Rp540,98 miliar.

Kondisi serupa terjadi di bursa saham Wall Street. Tiga indeks utamanya berakhir di zona merah, yakni Dow Jones turun 0,84 persen, S&P500 turun 0,78 persen, Nasdaq Composite turun 1,11 persen. (cnn/ans)