SHARE

KURVAcoid, Jakarta – Startup ritel Warung Pintar mengumumkan telah mendapatkan pendanaan baru sebesar US$4 juta dari Vertex Ventures, Pavilion Capital, dan Line Ventures.

Investasi ini rencananya akan digunakan untuk mempercepat misi Warung Pintar dalam membantu meningkatkan kualitas warung di Jakarta dan mendorong inklusi teknologi untuk usaha mikro.

Sejak pendanaan pertama yang diraih sebesar US$4 juta pada Februari 2018 lalu, jumlah kios mereka meningkat dari 12 kios menjadi 319 kios dalam rentang waktu enam bulan.

Saat ini, Warung Pintar memiliki 319 kios di seluruh Jabodetabek dan dioperasikan oleh lebih dari 500 pengusaha mikro. Dan hingga kini terdapat lebih dari 12.000 calon mitra yang terdaftar dan menunggu untuk dapat bergabung dengan Warung Pintar.

Beberapa program dan kolaborasi juga terus dibuat guna mendorong pertumbuhan Warung Pintar dan mempromosikan keuangan digital bagi pemilik kios. Kolaborasi yang terbaru antara lain dengan sistem pembayaran milik Go-jek, yaitu Go-Pay, yang memungkinkan pelanggan toko untuk melakukan pembayaran tanpa uang tunai di semua Warung Pintar.

Sofian Hadiwijaya, Chief Technology Officer (CTO) Warung Pintar mengatakan, teknologinya dapat meningkatkan efisiensi operasional kios, sehingga penjualan dan pendapatan mitra pun meningkat.

Warung Pintar telah meningkatkan rata-rata pendapatan bulanan mitra warung sebesar 89,5% dari sebelumnya dengan jumlah dapat mencapai hingga Rp4,17 juta hingga 15% lebih tinggi dari upah minimum wilayah Jabodetabek.

“Kami terus mencoba memecahkan masalah hyper-local yang dimiliki para warung ini setiap hari dengan teknologi terbaru serta pengetahuan global tentang produk. Oleh karena itu kami tengah membangun tim engineering dengan pemahaman teknis yang kuat dan hati yang besar bagi masyarakat Indonesia”, kata Sofian, belum lama ini.

Willson Cuaca, Managing Partner East Ventures dan Komisaris Warung Pintar menambahkan, bahwa Warung Pintar turut serta dalam membangun inklusi keuangan melalui mitra-mitra warungnya.

“Kami yakin dan bersemangat untuk membawa inklusi keuangan kepada penduduk yang belum memiliki rekening bank (unbanked population) dengan memberi mereka kekuatan finansial dan penghasilan tambahan, bukan dengan meminjamkan uang seperti apa yang sedang tren baru-baru ini,” jelasnya. (kontan/ans)