SHARE

KURVAcoid, Jakarta – Tik Tok mengakui adanya konten negatif dalam platform video singkat tersebut. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan saat pertemuannya dengan Tik Tok, mereka mengakui hal tersebut.

“Mereka juga mengakui pada akhirnya di pertemuan tadi kalau mereka memiliki konten negatif,” ujarnya, kemarin.

Rudiantara menegaskan Indonesia yang penting adalah komitmen Tik Tok untuk membersihkan konten negatif agar Tik Tok tak diblokir lagi.

“Mereka klaim menghadirkan puluhan orang untuk membersihkan konten,” tambahnya.

Dia pun meminta komitmen untuk filtering agar menghindari pemblokiran. Namun, Rudiantara belum bisa mengungkapkan kapan kepastian Tik Tok akan dibuka kembali.

“Di subuh hari pun kami akan buka blokir kalau terbukti sudah bersih,” paparnya.

Sejalan dengan itu, Tik Tok akan bekerja sama dengan NGO dan pemerintah agar menghadirkan konten yang lebih berpendidikan. Senior VP Corporate Strategy Bytedance Technology (pengembang Tik Tok) Zhen Liu mengungkapkan akan membuat perpaduan dari NGO dan pemerintah.

“Kami akan membuat perpaduan dari NGO dan pemerintah untuk membuat konten yang lebih berpendidikan,” ujarnya usai bertemu dengan Menkominfo.

Liu menambahkan saat ini pihaknya secara global memiliki 5.000 content moderation (kurator konten).

“Kami baru saja merekrut 20 kurator konten di Indonesia,” tambahnya.

Rencana tersebut ditanggapi positif oleh Rudiantara. Dia mengungkapkan saat ini yang mengatur platform adalah Kominfo. Namun, Kominfo pun dapat menjembatani dengan kementerian lain.

Platform yang manage adalah Kominfo. Tapi kami juga menjembatani dengan kementerian lain. Tidak mungkin kami menjadi juga mengurusi anak-anak,” ujarnya.

Sebelumnya,Tik Tok mendatangi Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jakarta. Kedatangan pengembang aplikasi video singkat asal China itu berkaitan dengan pemblokiran DNS Tik Tok yang dilakukan Kominfo sejak Selasa lalu (4/7). (cnn/ans)