SHARE

KURVAcoid, Serang – Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya mengurangi  kesenjangan ekonomi dan kesejahteraan antara kaum laki-laki dan perempuan, dengan melakukan sinergitas pemerintah, dunia usaha dengan pihak perbankan untuk membantu mengembangkan usaha kaum perempuan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Siti Ma’ani Nina mengatakan, kesenjangan ekonomi antara perempuan dan laki laki dalam kesejahteraan di Provinsi Banten masih terlihat jauh. Berdasarkan data BPS tingkat kesenjangan ekonomi diantara kaum laki-laki dan perempuan tersebut masih berada di kisaran 53 persen lebih.

”Data BPS itu kesenjangan ekonomi itu berjumlah sekitar 3 juta untuk laki-laki. Sedangkan untuk perempuan di kisaran 1 juta. Dilihat dari data ini kan artinya masih tinggi kesenjangannya,” kata Nina di Serang, kemarin.

Menurutnya, untuk mengurangi kesenjangan itu maka perlu adanya sinergitas yang dilakukan tidak hanya oleh pemerintah, melainkan perlu pula didukung oleh perbankkan dan dunia usaha. Salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Banten juga dengan mebuat aplikasi sisitem jendela informasi wanita (Si Jelita) yang berfungsi untuk mendukung promosi dan pemasaran usaha kaum wanita di Banten.

”Pemerintah terus mendukung terhadap kaum perempuan untuk memiliki keahlian seperti memperkuat usahanya. Salah satunya yakni dengan memberikan pelatihan terhadap para perempuan yang berkecimpung di dunia usaha,” kata Nina.

Menurutnya, eksistensi perempuan dalam mengembangkan usaha itu dibutuhkan peran serta dari perbankan untuk permodalan dan dunia usaha lainnya untuk memberikan peluang berusaha. Sebab kualitas produk sangat bergantung kepada dukungan modal, dukungan keahlian hingga dukungan sinergitas dari berbagai pihak.

”Kami juga sedang melakukan verifikasi data kelompok usaha rumahan kaum perempuan di Banten,” kata Nina.

Asisten Deputi Partisipasi Lembaga Profesi dan Dunia Usaha Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA RI),  Sri Prihantini Lestari Wijayanti mengatakan, kurangnya sintegritas dari dunia usaha membuat kesenjangan ekonomi perempuan masih terjadi. Padahal di sisi lain keberadaan perempuan menjadi pendongkrak ekonomi keluarga.

”Perempuan tidak hanya bekerja di rumah semata, tapi juga menjadi pendorong ekonomi keluarga,” katanya.

Pihaknya meminta kepada pemerintah daerah (pemda) untuk terus memberikan sosialisasi terkait perlunya peran serta dari perbankan dan dunia usaha dalam mengembangkan usaha kaum perempuan.

“Sosialisasi seperti ini harus terus dilakukan, karena kaum perempuan memiliki peluang lebih terbuka untuk sukses dalam berusaha. Alasannya mereka lebih tekun, teliti dan detail,” kata Sri dalam sosialisasi Sistem Jendela Informasi Wanita (Si Jelita) Dengan Perbankan dan Dunia Usaha. (antara/ans)