SHARE

KURVAcoid, Jakarta – Samsung masih merajai pangsa pasar smartphone dunia dengan menggenggam 20 persen pangsa pasar smartphone dunia. Namun, pasar Samsung terus tergerus oleh pesaingnya Huawei dan Xiaomi terutama di pasar-pasar besar dunia seperti China dan India.

Pengapalan ponsel perusahaan itu di kuartal ketiga pun turun 13 persen menjadi 72,3 juta smartphone dari 83,4 juta pada Q3 2017.

“Samsung kehilangan pasar dari pesaingnya dari China seperti Huawei, Xiaomi di pasar besar seperti China dan India,” jelas Neil Mawston, Executive Director at Strategy Analytics dalam pernyataannya, belum lama ini.

Sementara itu pengapalan Huawei kuartal ini naik 32 persen dibanding tahun sebelumnya ke angka 52 juta smartphone. Ponsel Android milik Huawei berhasil meraup 14 persen pangsa pasar dunia.

Sementara itu Apple ada di tempat ketiga dengan pengapalan 46,9 juta smartphone akibat pertumbuhan pengapalan yang datar di perusahaan itu. Apple menguasai 13 persen pangsa pasar.

“Permintaan terhadap iPhone baru XR, XS, dan XS Max mendapat permintaan yang sehat. Tapi Apple terus fokus untuk meningkatkan harga penjualannya dan memakan volume pertumbuhan perusahaan itu,” jelas Woody Oh, seorang analis lain dari Strategy Analytics.

Xiaomi berhasil merebut tempat keempat dengan mengapalkan 33 juta unit di kuartal ini dengan pangsa pasar 9,2 persen. Posisi ini dikuntit Oppo di tempat kelima dengan 8,7 persen pangsa pasar dan pengapalan 31,2 juta perangkat.

Tapi, pengapalan smartphone sendiri secara keseluruhan terus mengalami penurunan dalam setahun belakangan. Pengapalan smartphone global turun 8 persen ke angka 360 juta unit pada kuartal ketiga tahun ini dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini telah terjadi selama empat kuartal berturut-turut, seperti diungkap peneliti pasar Strategy Analytics.

Pasar smartphone “tengah mengalami resesi,” tandas Linda Sui, director at Strategy Analytics. Penurunan pengapalan ini menurut Sui lantaran berkurangnya rancangan inovasi hardware dari para vendor smartphone.

Untuk mengatasinya, industri smartphone tengah berjuang dengan memberikan lebih banyak subsidi dari operator, dukungan penggantian yang lebih lama, dan membangun gudang di beberapa wilayah. (cnn/ans)