SHARE

KURVAcoid, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak jajarannya untuk melayani masyarakat dengan cepat dan akurat serta memerdekakan bangsa Indonesia dalam menggapai cita-cita, dengan menyediakan kecepatan infrastruktur informasi.

“Kita harus memiliki ikhtiar yang sama dalam mengisi kemerdekaan dengan berjuang bahu membahu untuk memastikan seluruh pelosok kita terakses internet, merdeka internet,” kata Rudiantara ketika menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-73 RI 17 Agustus 2018 di Jakarta.

Rudiantara menegaskan bahwa sebagai pelayan masyarakat, Kemkominfo dan segenap pemangku kepentingannya merupakan kaki, tangan, mata, dan pikiran bagi bangsa ini.

“Ada di antara kita yang kampiun dalam pengelolaan keuangan, ada yang perwira dalam mengawal program-program, ada yang tangguh dalam mengeksekusi pengembangan infrastruktur sampai pelosok lembah dan pegunungan, ada yang tajam dalam menyusun konsep strategi dari balik meja kantor,” kata Rudiantara saat memimpin upacara perayaan HUT RI di Lapangan Anantakupa, Kemkominfo, kemarin.

Para pemangku kepentingan bersama Kominfo berusaha keras mewujudkan iklim usaha dan industri teknologi informasi dan komunikasi yang sehat.

“Kita harus bertekad bulat untuk dapat melayani dengan lebih cepat dan akurat. Kecepatan adalah kunci, karena di era ini dan era yang akan datang, bukan yang kuat dan besar yang akan survice atau bertahan, melainkan yang cepat,” kata Menkominfo.

Menkominfo Rudiantara juga mengatakan bahwa perayaan hari kemerdekaan tahun ini lebih semarak karena bersamaan dengan perhelatan Asian Games 2018. Sehari setelah peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, pada 18 Agustus ini bangsa Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games yang ke-18.

“Seakan-akan perayaan kemerdekaan bangsa kita juga ikut dirayakan oleh seluruh bangsa di Asia yang berdatangan ke Jakarta, Palembang, dan berbagai kota lainnya,” kata Menkominfo.

Hakikat momentum perayaan kemerdekaan Indonesia yang berbarengan dengan perhelatan kompetisi olah raga multi-event se-Asia ini tidaklah jauh panggang dari api. Kedua momentum menunjukkan keberadaan Indonesia sebagai bangsa yang besar, bangsa yang berprestasi, bangsa yang terbuka dan setara dalam pergaulan dengan bangsa-bangsa lain.

Ketika Republik Indonesia masih berusia 17 tahun, Presiden Soekarno dan para fouding father bangsa ini menjadikan momentum Asian Games yang sama untuk menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia ada, Indonsia bisa.

Kendati saat itu segudang permasalahan yang kompleks menyelimuti bangsa Indonesia sebagai sebuah negara yang belum lama berdiri, namun berkat dukungan seluruh bangsa yang bersatu mendukung perhelatan tersebut, Asian Games 1962 menjadi suatu pencapaian yang luar biasa.

“Tahun ini, 56 tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 18 Agustus – 2 September 2018, bangsa ini akan kembali mengulang sejarah, kita kembali menjadi tuan rumah Asian Games ke-18,” jelas Rudiantara.

Mengakhiri sambutannya, Menkominfo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk merayakan kemerdekaan tahun ini dalam filosofi mengolah raga untuk mewujudkan kesehatan, bukan hanya raga, namun juga jiwa.

“Selamat merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73. Kerja kita, prestasi bangsa. Dirgahayu Indonesia!,” tutup Rudiantara. (antara/ans)