SHARE

KURVAcoid, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan keputusan impor jagung tahun ini diambil berdasarkan rekomendasi Kementerian Pertanian dalam Rapat Koordinasi Terbatas (rakortas) yang digelar akhir pekan lalu.

Rakortas itu dihadiri oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri BUMN Rini Soemarno, termasuk Kepala Bulog Budi Waseso.

“Jagung harganya kan naik, padahal itu diperlukan dan Menteri Pertanian mengusulkan ada impor,” ujar Darmin, belum lama ini.

Lebih lanjut ia menerangkan, impor jagung diperlukan mendesak untuk digunakan oleh peternak kecil dan menengah yang biasanya merupakan peternak ayam petelur, bukan ayam pedaging.

Namun, Amran tak memberikan komentar soal impor jagung usai rakortas digelar. Ia hanya mengatakan pemerintah mencarikan solusi untuk membantu para peternak.

“Untuk peternak, kami sudah siapkan untuk mencarikan jagung, bagaimana caranya agar peternak kecil diperhatikan,” katanya.

Sementara, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan I Ketut Diarmita menuturkan bahwa kebutuhan impor jagung berkisar 50 ribu hingga 100 ribu ton sampai akhir tahun ini.

Impor jagung yang dimaksud untuk peternak mandiri dan akan dijual sesuai harga acuan yang ditetapkan Kementerian Perdagangan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 58 Tahun 2018 tentang Penetapan Harga Acuan di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen.

Sekadar informasi, dalam beleid tersebut, harga acuan penjualan jagung ke konsumen adalah sebesar Rp4.000 per kilogram (kg).

“Jagung kan mahal. Jadi, biar terjangkau, misalnya harganya menjadi Rp4.000 per kg sesuai harga acuan, maka diintervensi,” imbuh dia.

Nantinya, Ketut menambahkan Bulog akan ditugaskan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno untuk mulai mengimpor jagung secepatnya.

Sebelumnya, pemerintah merestui izin impor jagung sebanyak 100 ribu ton. Impor itu diklaim untuk menjaga keseimbangan harga. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Gatot Irianto mengatakan impor dilakukan agar harga jagung tidak jatuh.

Sementara, Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) dan Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) sebelumnya mengungkap bahwa harga jagung di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat sudah mencapai Rp5 ribu – Rp5.100 per kg.

Harga itu dinilai mahal. Namun, tak cuma mahal, peternak dan produsen pakan ternak juga mempersoalkan pasokan jagung yang langka di pasar. (cnn/ans)