SHARE

KURVAcoid, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kondisi stabilitas sistem keuangan Indonesia di kuartal I-2018 terkendali. Hal ini disepakati oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), antara lain Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, dan Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah.

“Stabilitas stabil dan terkendali di triwulan I-2018 meski menghadapi tekanan pasar keuangan yang mengalami peningkatan, terutama pada akhir April 2018,” ujar Sri Mulyani di Gedung BI, Jakarta Pusat, Senin malam.

Sistem keuangan yang stabil, lanjut Sri Mulyani, didukung oleh kondisi ekonomi yang kuat dan kinerja lembaga keuangan serta emiten yang stabil. Hal ini disepakati dalam rapat KSSK di Gedung BI tersebut.

“Sistem keuangan kita stabil terkendali ditopang oleh ekonomi kuat, lembaga keuangan yang baik, kinerja emiten di pasar modal yang stabil. Itu kesimpulan rapat KSSK triwulan I-2018 ini,” kata Sri Mulyani.

Rapat kali ini juga membahas mengenai nilai tukar rupiah yang mengalami pelemahan belakangan ini. Tingkat inflasi di kuartal I-2018 hingga akhir tahun diyakini masih berada di level 3,5% plus minus 1%.

Pertumbuhan ekonomi diyakini masih bertumbuh ditopang konsumsi dan ekspor. Ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5,4% tahun ini.

“Momentum pertumbuhan ekonomi berlanjut, konsumsi dan ekspor terjaga. Ekonomi diharapkan tetap terjaga di 2018 yaitu 5,4%,” tutur Sri Mulyani.

Defisit transaksi berjalan masih berada di bawah level 3% dari produk domestik bruto (PDB). Cadangan devisa (cadev) saat ini berada di level US$ 126 miliar yang terbilang masih aman.

“Ketahanan sektor eksternal dengan cadangan devisa US$ 126 miliar pada trwiulan I-2018. Cadev ini cukup tutup 7,7 bulan impor plus pembayaran utang luar negeri pemerintah. Ini di atas benchmark internasional yakni tiga bulan,” kata Sri Mulyani. (detik/ans)