SHARE

KURVAcoid, Jakarta – Platform rewards blockchain, Mfun, resmi hadir dengan membawa misi membangun ekosistem terbuka dan terpercaya bagi pengembang game dan aplikasi di Indonesia, serta penggunanya.

“Indonesia menjadi pasar terbesar di Asia Tenggara, namun pengembang lokal masih sangat sedikit. Kami memperkenalkan Mfun untuk membantu pertumbuhan ekosistem game sekaligus bersaing dengan pemain global,” ujar Brian Fan, Co-Founder Mfun, di Jakarta, kemarin.

“Pemerintah juga telah menyadari potensi industri gaming di Indonesia. Hal ini juga menjadi saat yang tepat bagi kami untuk bersama-sama membangun ekosistem gaming,” sambung dia.

Platform Mfun akan memberikan reward atau imbalan atas waktu dan uang yang telah dikeluarkan pengguna untuk aplikasi game, serta membantu para pengembang game melakukan efisiensi dengan melewati atau memotong rantai perantara.

“Beberapa dari mereka beriklan ke pihak ketiga namun tidak mendapatkan imbal balik yang menguntungkan. Mfun mendesain ulang hal ini,” kata Brian.

Baca juga: Belum sebulan, game ini raup ratusan miliar rupiah

Brian menjelaskan bahwa Mfun hadir menawarkan platform yang memungkinkan pengembang memangkas pengeluaran untuk promosi pada pihak ketiga, seperti Facebook dan Google, dan mengalihkannya menjadi reward bagi pemain game.

Bersamaan dengan peluncurannya, Mfun juga mengumumkan dibangunnya kemitraan eksklusif dengan pengembang game Agate, media game Duniaku.net dan aplikasi sosial Yogrt.

Dengan kemitraan ini, pemain game memiliki peluang untuk mendapatkan rewards dalam bentuk cryptocurrency token Mfun. Token-token tersebut dapat digunakan untuk melakukan pembelian lewat aplikasi (in-app purchase) di berbagai games di platform Mfun.

Bentuk reward ini akan semakin menarik pengguna untuk mencoba game-game baru dari pengembang game lokal yang ingin mengurangi pengeluaran iklan yang tidak efektif.

Konsep yang ditawarkan Mfun ini, menurut CEO dan co-founder Agate Studio, Arief Widhiyasa, dapat membantu pengembang lokal, sekaligus meningkatkan hubungan pengembang game dengan para pemain game mereka.

“Market gaming terus tumbuh, tapi pemain lokal makin susah. Mfun bisa jadi salah satu harapan kita meningkatkan marketshare lokal di Indonesia,” ujar Arief.

“Sudah bisa dilihat konsep blockchain ini memutus peranta. Semakin lama menghabiskan waktu, semakin banyak uang yang didapat. Ini juga bisa membuat kita lebih mudah mengapresiasi user kita,” lanjut dia.

Hal senada juga disampaikan oleh CEO Duniaku.net Ricky Setiawan yang percaya bahwa platform yang disuguhkan Mfun akan dapat menciptakan kolaborasi dan membangun ekositem, serta meningkatkan pertumbuhan industri game di Indonesia.

“Mfun membuat insentif langsung, meningkatkan in-app purchase, yang memberikan insentif untuk maju bersama,” kata Ricky.

Tidak hanya itu, hal yang menarik dari Mfun, menurut co-founder Yogrt, Jason Lim, adalah Mfun tidak menyimpan data personal pengguna — isu yang hangat belakangan ini, mengingat kasus Facebook.

“Mfun hanya mengambil nomor ponsel untuk mengetahui bahwa Anda orang atau bukan. Ini cara pikir baru. Jadi Mfun tidak bisa melakukan hack karena Mfun sendiri tidak memilki data,” ujar Jason.

Mfun akan meluncurkan platformnya secara progresif mulai kuartal keempat 2018 seiring dengan makin banyaknya pengembang dan publisher game di Indonesia yang diharapkan bergabung di ekosistem ini. (antara/ans)