SHARE

KURVAcoid, Lebak – Kerajinan gitar produksi masyarakat Kabupaten Lebak, Provinsi Banten banyak diminati pasar luar Pulau Jawa karena memiliki kualitas dan tidak kalah dengan produksi pabrikan.

Ujang Iwan (30) seorang pengrajin gitar sekaligus pemilik usaha gitar yang diberi nama “Gitar Gore” di Lebak, mengatakan saat ini dirinya belum mampu memenuhi permintaan pasar yang jumlahnya skala besar. Sebab dirinya memproduksi kerajinan gitar itu masih kekurangan modal.

Permintaan pasar cenderung meningkat baik pesanan dari Jakarta, Bogor hingga luar Pulau Jawa.

Selain itu juga kerajinan gitar menggunakan peralatan manual dengan dua tenaga kerja dan hanya mampu memproduksi antara  20-30 unit per bulan.

“Kami mengapresiasi pekerjaan secara manual ternyata banyak pesanan dari luar daerah,” kata Ujang, kemarin.

Menurut Ujang, dirinya merintis kerajinan gitar dilakukan sejak 2013, namun tidak berkembang akibat kesulitan modal.

Ia kembali memproduksi gitar tahun 2017 dan berkembang hingga saat ini banyak permintaan pasar.

Keunggulan gitar Lebak itu memiliki kualitas dan tidak kalah dengan produksi pabrikan.

“Kami memproduksi gitar dengan menggunakan bahan baku kayu yang ada di sini, seperti maple, albasia dan mahoni,” kata Ujang yang pernah bekerja di enam pabrik gitar ternama di Indonesia.

Ujang mengatakan, dirinya kini dapat meraup keuntungan dari hasil penjualan antara Rp10 juta sampai Rp20 juta bersih.

Harga gitar dijual bervariasi mulai Rp800.000 untuk gitar akustik hingga menembus Rp5 juta untuk gitar elektrik.

Saat ini, pesanan kebanyakan dari luar pulau dan jumlahnya meningkat.

“Kami memasarkan produk gitar itu melalui media online seperti Facebook dan Instagram,” katanya. (antara/ans)