SHARE

KURVAcoid, Jakarta – Pada hari terakhir perdagangan pekan ini, Kamis (15/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 2,82 poin atau 0,04% ke level 6.591,58. Tapi dalam sepekan, indeks mengakumulasi kenaikan sebesar 0,72%.

Investor asing masih banyak melakukan aksi jual dengan total net sell sebesar Rp3,34 triliun dalam satu pekan. Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri, mengatakan, rebound IHSG pekan ini tak lepas dari pergerakan indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) yang juga mulai menguat. "Setelah jatuh, Dow Jones kembali rebound selama tiga hari berturut-turut," ujar Hans, belum lama ini.

Tapi, kenaikan IHSG tertahan membesarnya defisit neraca dagang Indonesia di Januari menjadi US$676,9 juta, dari US$220,1 juta di bulan sebelumnya. Selain itu, perdagangan saham juga sepi lantaran menjelang libur Imlek.

Namun, Hans memprediksi, IHSG pada pekan depan masih akan mampu melanjutkan penguatan. Perhatian pasar masih akan terfokus ke pasar Amerika Serikat (AS).

Laporan keuangan emiten masih akan menjadi pendorong IHSG. "Hasil laporan keuangan emiten seharusnya bagus," imbuh Hans.

Parningotan Julio, analis Yuanta Sekuritas mengatakan, dari sisi teknikal, volume perdagangan pekan ini belum terlalu besar, bahkan berada di bawah rata-rata volume perdagangan satu bulan. Sehingga, sepanjang pekan ini, IHSG dinilai hanya mengalami technical rebound.

Pergerakan indeks saat ini tampak membentuk pola bollinger band yang mendatar. Namun, indikator MA-50 masih dalam fase up trend. Sementara itu, indikator MA-10 cenderung mendatar. "IHSG masih bisa bullish, hanya saja risikonya sudah cukup besar," ujar Parningotan.

Berdasarkan indikator teknikal tersebut, Parningotan memprediksi, pada pekan depan IHSG akan bergerak dengan rentang pergerakan support di level 6.446 dan resistance di level 6.686. (*)