SHARE

KURVAcoid, Jakarta – Kebocoran data yang menimpa lebih dari sejuta pengguna Facebook di Indonesia membuat geram Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Atas masalah tersebut lembaga legislatif itu pun berencana memanggil Facebook minggu depan.

“Minggu depan Komisi akan panggil Facebook (Indonesia),” kata Anggota Komisi I DPR RI, Muhammad Arwani Thomafi, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.

Menurut anggota Fraksi PPP itu, DPR ingin mengetahui lebih dalam tentang potensi pelanggaran yang dilakukan oleh platform media sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg tersebut.

Hal yang sama juga diungkap oleh Anggota Komisi I lainnya dari fraksi PKS, Sukamta. Pihaknya berencana memanggil Facebook Indonesia pada Rabu (11/4) untuk menemui Komisi I DPR RI. Menurutnya Facebook harus bertanggung jawab atas permasalahan yang terjadi pada pengguna Indonesia.

“Nanti hari Rabu kita panggil ke Komisi I. Kita akan minta pertanggungjawaban, kita selidiki dan seterusnya,” ujar Sukamta, dalam sebuah acara dialog di Jakarta.

Sebelumnya diberitakan, Chief Technology Officer Facebook, Mike Schroepfer mengungkap, sekitar sejutaan (1,3%) data penggunanya di Indonesia turut disalahgunakan oleh Cambridge Analytica dalam upaya pemenangan Donald Trump di Pilpres AS.

Terkait hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga telah melakukan pertemuan dengan pihak Facebook Indonesia dan melayangkan teguran secara tertulis. Menkominfo Rudiantara juga memberikan solusi sementara untuk puasa bermedia sosial jika tak terlalu penting.

Di sisi lain Facebook Indonesia mengatakan bakal melakukan audit internal untuk memastikan penggunaan data dari Indonesia. Selain itu mereka juga akan memberikan informasi jika pengguna di Tanah Air menjadi ‘korban’ dari Cambridge Analytica. (detik/ans)