SHARE

KURVAcoid, Lebak – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Banten, mengoptimalkan pembinaan kerajinan gula aren karena menjadikan pendapatan ekonomi masyarakat lokal.

“Kita terus meningkatkan kualitas produk gula aren,” kata Kepala Seksi Bina Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperndag) Kabupaten Lebak Sutisna di Lebak, kemarin.

Pemerintah daerah mengapresiasi kerajinan gula aren karena menyumbangkan pendapatan ekonomi masyarakat sekitar Rp96,65 miliar per tahun dari 5.815 unit usaha.

Produk gula aren menjadi produk unggulan Kabupaten Lebak dan berkembang di Kecamatan. Mereka tersebar di Kecamatan Cijaku, Sobang, Panggarangan, Cigemblong, Cibeber, Cigemblong, Cihara, Cipanas, Lebakgedong, dan Leuwidamar.

Berkembangnya perajin tersebut karena melimpahnya bahan baku perkebunan aren di daerah itu.

“Kami terus membina para perajin gula aren, karena dapat mendongkrak pendapatan ekonomi juga penyerapan lapangan pekerjaan masyarakat,” ujarnya menjelaskan.

Menurut dia, selama ini permintaan gula aren jenis cetak maupun halus mengalami peningkatan baik pasar domestik maupun mancanegara.

Para perajin memasok gula aren untuk Pasar Rangkasbitung dan luar daerah, seperti Jakarta, Tangerang, Serang, dan Bogor.

Selain itu juga diekspor ke sejumlah negara, seperti Australia, Malaysia, Belanda, Jerman dan Inggris.

Bahkan, perajin memasok gula aren ke Belanda dan Australia antara 20-30 ton per bulan.

Produksi gula aren Kabupaten Lebak masuk kategori terbaik di tingkat nasional karena organik juga beraroma dan rasanya sangat manis.

“Kami yakin berkembangnya kerajinan gula aren memberikan ‘multi efek’ luar biasa bagi masyarakat, sekaligus bisa mengendalikan kemiskinan dan pengangguran,” ujarnya.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Mitra Mandala, di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak Anwar Aan mengatakan pihaknya mengembangkan komoditas gula aren itu berbagai jenis, di antaranya gula bubuk (gula semut), gula jahe, dan gula cetak.

Keunggulan gula aren prouksi KUBE Mitra Mandala beraroma, organik yang cocok bagi penderita diabetes melitus.

Selain itu, juga cocok sebagai bahan pencampur pemanis aneka minuman juga makanan kuliner.

“Kami terus meningkatkan kualitas melalui diversifikasi produk, sertifikasi organik, label halal yang terdaftar di Kementerian Kesehatan,” katanya. (antara/ans)