SHARE

KURVAcoid, Cilegon – Rukyati (43), seorang ibu rumah tangga warga Kubang Saron, Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, sukses menekuni usahanya yang menyulap buah pare menjadi panganan olahan pare crispy.

Rukyati mengaku sudah menekuni usahanya ini sejak satu setengah tahun lalu, karena melihat potensi pasar terhadap kreasi makanan olahan cukup besar. Mengawali usahanya ini bermula dari coba-coba, setelah melihat tayangan kreasi di televisi tentang kreasi olahan pare crispy.

Setelah berhasil mencoba dan menikmati hasil pare crispy olahannya, Rukyati pun mengaku langsung terbesit untuk membuka usaha dari kreasi makanan yang dibuat secara rumahan dan dipasarkan secara online.

“Awalnya karena lihat kreasi olahan pare di televisi, terus kepikiran buat jalanin usahanya, apalagi setelah saya coba buat ternyata enak juga,” katanya.

Bukan tanpa kendala, selama satu setengah tahun ia memproduksi pare crispy, Rukyati mengaku sempat mengalami masalah pemasaran dan pengemasan. Beruntung ia mendapat pelatihan pemberdayaan oleh perusahaan di lingkungan tempat tinggalnya.

“Tadinya bingung, ini jualan biar laku harus gimana yah, terus dikemasnya juga bagaimana? Untung waktu itu KS POSCO ngadain pelatihan UMKM,” tuturnya.

Setiap kali produksi yang dilakukan seminggu sekali ini, dibutuhkan 20 kilogram pare untuk dijadikan 100 kemasan pare crispy dengan harga Rp10.000 per kemasan. Dari produksi ini, Rukyati mampu meraup keuntungan Rp2 hingga Rp3 juta rupiah perbulannya.

Sementara itu, Lurah Tegal Ratu Rusdi Ihsan yang meninjau pembuatan produksi pare crispy ini mengaku akan mendorong bantuan permodalan bagi pelaku usaha di wilayahnya. Terlebih selama ini Rukyati mengaku kesulitan modal padahal hasil produksinya mampu tembus ke luar kota dan banyak peminatnya.

“Ini contoh yang sangat bagus bagi warga kami, dan perlu didukung pemerintah. Kami akan dorong supaya warga kami yang mempunyai usaha mendapatkan bantuan atau pinjaman modal, supaya bisa mengembangkan usahanya,” katanya. (antara/ans)