SHARE

KURVAcoid, Jakarta – Harga komoditas pangan, khususnya berbahan baku impor dipastikan akan terdampak depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Salah satunya seperti kedelai dan daging sapi atau kerbau. Harga bahan pangan ini diprediksi bakal meningkat bila pelemahan rupiah ini berlangsung lama.

Ketua Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) Yusan mengatakan dampak pelemahan rupiah sudah terasa terhadap harga kedelai impor. Namun, para importir terbantu karena harga kedelai khususnya dari AS sedang turun sebagai dampak perang dagang dengan China.

“Jadi sekarang kenaikan harga kedelai itu tidak signifikan, hanya naik Rp50 per kilogram (kg),” ujarnya, Senin.

Yusan menjelaskan saat ini harga kedelai di gudang importir dibanderol sekitar Rp7.050-Rp7.100 per kg. Harga ini masih relatif sama sebelum pelemahan tajam rupiah terhadap dolar, karena importir belum menaikkan harga jual.

Ia mengatakan meskipun harga impor kedelai sudah naik, tapi umumnya importir tidak menaikkan harga kedelai karena permintaan dari Kementerian Perdagangan (Kemdag). Akibatnya, importir menekan potensi kenaikan harga ini dengan mengurangi keuntungan.

“Kami memang diminta Kemdag untuk tidak memanfaatkan perlemahan rupiah ini untuk mengambil untung yang tinggi, sehingga harga kami tahan dan keuntungannya kami tekan,” tutur Yusan.

Direktur Utama PT Cadila Lestari Achmad mengatakan saat ini mereka terdampak pelemahan rupiah. Pasalnya sebagai importir sapi bakalan, Cadila mengandalkan impor sapi dari Australia yang dibeli dalam mata uang dolar AS.

“Sekarang impor kami kurangi, hanya untuk mengisi kandang. Sampai September ini, saya sudah mengimpor sekitar 14.619 ekor sapi kurang lebih 25% kapasitas impor manakala kondisi normal,” ucapnya.

Achmad melanjutkan, mereka masih menunggu rupiah kembali stabil baru akan melanjutkan impor sapi bakalan. Saat ini, harga sapi bakalan dari Negeri Kanguru tersebut sebesar US$3 sampai US$3,5 per kg. Meskipun harganya dalam dolar AS tetap, tapi bila menggunakan rupiah, harganya justru mahal.

Achmad berharap, pelemahan rupiah tidak berlangsung lama dan agar usaha feedloter tetap berjalan dan punya kepastian harga. (kontan/ans)