SHARE

KURVAcoid, Serang – Sebanyak 53 warga Pulau Sangiang, Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, tak mau dievakuasi pascatsunami Selat Sunda. Padahal status Gunung Anak Krakatau sudah berada di level III atau siaga.

Mereka tak mau dievakuasi dengan alasan ada warga yang masih belum ditemukan dan meninggal kemudian dikubur di pulau. Warga yang hilang hingga kini belum ditemukan.

“Ya, masih ada (yang belum dievakuasi) 53 orang. Bukan belum dievakuasi, (tapi) nggak mau dievakuasi,” kata Kepala Desa Cikoneng, Nur Wahdini, kemarin.

“Masalahnya satu ada yang meninggal dan yang belum ketemu sampai sekarang,” lanjutnya.

Alasan kedua, kata Nur, warga pulau yang berjarak sekitar 49,9 kilometer dengan Gunung Anak Krakatau itu sedang menggelar tahlil bagi warga yang menjadi korban tsunami. Dengan alasan itu, warga tidak mau dievakuasi ke Anyer.

“Karena mereka masyarakat pulau merasa iba dan lain sebagainya, masa cuma keluarganya itu aja yang ditinggalin sama masyarakat yang lainnya, akhirnya mereka masih bertahan 53 orang,” tuturnya.

Meski demikian, tak ada wisatawan yang berada di Pulau Sangiang. Mereka yang belum dievakuasi semuanya adalah warga asli pulau yang menetap di sana.

“Kemarin masih ada 60 yang belum tapi sekarang sudah 53 orang,” kata dia. (detik/ans)